Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Biak, RakyatNTT.ID – Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II mengguncang Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026).
Insiden tragis tersebut menewaskan lima orang, melukai 19 warga, serta memaksa puluhan penduduk mengungsi.
Polda Papua mengungkapkan data terbaru terkait dampak ledakan yang terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi tersebut. Selain korban jiwa, sejumlah bangunan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan berat hingga hancur total.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengatakan sebanyak 19 warga mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.
“Sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis,” ujar Cahyo, Senin (1/6/2026).
Lima Orang Tewas, Tiga Korban Masih Dicari
Sebelumnya, Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan menjelaskan ledakan terjadi sekitar pukul 14.45 WIT di kawasan Kompleks Perikanan, Kampung Yenures.
Menurutnya, tim gabungan masih melakukan proses identifikasi dan pencarian korban di lokasi kejadian.
“Kami sudah mengidentifikasi korban, kurang lebih lima meninggal dunia dan tiga masih dalam pencarian,” kata Ari.
Proses pencarian terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun reruntuhan akibat ledakan tersebut.
Belasan Bangunan Rusak, Rumah Hancur Total
Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi.
Berdasarkan pendataan sementara Polda Papua, terdapat 12 bangunan yang terdampak.
Tiga bangunan mengalami kerusakan ringan yang terdiri dari dua unit rumah warga dan satu gereja. Sementara sembilan bangunan lainnya mengalami kerusakan berat.
Empat rumah yang berada tepat di sekitar titik ledakan dilaporkan hancur total. Sedangkan lima bangunan lain mengalami kerusakan berat akibat kuatnya daya ledak.
“Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 12 bangunan yang terdampak. Empat rumah hancur total karena berada sangat dekat dengan sumber ledakan,” jelas Cahyo.
55 Warga Terpaksa Mengungsi
Dampak ledakan juga memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka demi alasan keselamatan.
Data sementara menunjukkan sebanyak 55 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Jumlah tersebut terdiri dari tiga balita dan 52 orang dewasa.
Petugas bersama pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan serta memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II
Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jenis bahan peledak yang menjadi sumber ledakan.
Dugaan awal mengarah pada bom peninggalan Perang Dunia II yang masih tersisa di wilayah Biak Numfor. Seperti diketahui, kawasan Biak merupakan salah satu lokasi pertempuran besar antara pasukan Sekutu dan Jepang pada masa Perang Dunia II.
Tim identifikasi dan unit penjinak bom masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi guna memastikan tidak ada benda berbahaya lain yang tersisa dan berpotensi mengancam keselamatan warga.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi atau bahan peledak peninggalan perang. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan