Kupang, RakyatNTT.ID – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SK Lerik Kota Kupang kini menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan kepercayaan publik setelah dalam dua tahun terakhir diterpa berbagai polemik yang berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan.

Pergantian kepemimpinan di tubuh RSUD SK Lerik kembali menjadi sorotan setelah Wali Kota Kupang, Chris Widodo, menunjuk dr. Maria Veronica Ivonny Dondao Ray, M.Kes sebagai direktur baru menggantikan drg. Dian Sukmawati Arkiang yang kini menjabat Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang.

Publik pun mempertanyakan apakah pergantian ini akan membawa perubahan nyata dan mengembalikan RSUD SK Lerik sebagai salah satu rumah sakit terbaik seperti saat masa pandemi Covid-19, atau sekadar pergantian seremonial untuk menutupi persoalan lama, termasuk kasus dugaan penyimpangan anggaran Rp1,8 miliar yang sempat menjadi sorotan hukum.

Iklan

Kasus Rp1,8 Miliar jadi Sorotan

Dalam catatan RakyatNTT.id, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap 114 orang terkait dugaan penyimpangan pembayaran jasa pelayanan dan insentif tenaga medis tahun anggaran 2023–2024.

Mereka yang diperiksa terdiri dari unsur manajemen rumah sakit, pengurus, hingga tenaga kesehatan.