Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan tren koreksi pada perdagangan Rabu (22/4/2026), di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar. Meski demikian, peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka dalam rentang terbatas.
Berdasarkan riset harian MNC Sekuritas, IHSG pada perdagangan sebelumnya, Selasa (21/4/2026), ditutup melemah 0,46 persen ke level 7.559. Penurunan ini dinilai telah mendekati target koreksi minimal sekaligus menutup gap terdekat yang terbentuk dalam beberapa waktu terakhir.
Secara teknikal, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada di akhir wave [iv] pada label hitam atau sebagai alternatif berada di akhir wave [a] dari wave B pada label merah. Kondisi ini mengindikasikan indeks masih rawan mengalami pelemahan lanjutan dalam jangka pendek.
“IHSG rawan melanjutkan koreksi dengan area terdekat di kisaran 7.245 hingga 7.447, sekaligus menutup beberapa gap yang tersisa,” tulis tim analis MNC Sekuritas.
Meski dalam tekanan, IHSG juga berpeluang menguji penguatan terbatas di kisaran 7.580 hingga 7.601. Adapun level support diperkirakan berada pada 7.488 dan 7.351, sementara resistance berada di rentang 7.700 hingga 7.861.
Rekomendasi Saham
Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, analis merekomendasikan sejumlah saham dengan strategi buy on weakness. Saham-saham tersebut antara lain:
- PT Barito Pacific Tbk. (BRPT)
- PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CDIA)
- PT Petrosea Tbk. (PTRO)
- PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU)
Saham-saham ini dinilai memiliki potensi teknikal menarik meskipun pasar masih berada dalam tekanan.
Tekanan Big Caps dan Sentimen Global
Pelemahan IHSG turut dipengaruhi tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar. Pada perdagangan sebelumnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) tercatat anjlok 14,98 persen, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 9,47 persen.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

