Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
1. penurunan kematian ibu dan bayi,
2. peningkatan gizi keluarga,
3. penundaan perkawinan usia anak,
4. peningkatan pendapatan rumah tangga,
5. kualitas pendidikan anak generasi berikutnya.

Dengan kata lain, menyekolahkan perempuan bukan hanya urusan individu, tetapi strategi pembangunan daerah.
Di NTT, jika satu anak perempuan lulus kuliah, sering kali satu keluarga ikut terangkat. Jika ribuan perempuan maju, satu provinsi bergerak.
Kartini dan Krisis Stunting di NTT
Mustahil berbicara emansipasi perempuan di NTT tanpa menyentuh isu stunting. Karena beban stunting paling banyak ditanggung perempuan: sebagai ibu, pengasuh, dan penjaga kesehatan keluarga.
Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting NTT tahun 2024 masih sekitar 37 persen termasuk tertinggi secara nasional. Diperkirakan lebih dari 213 ribu balita terdampak.
Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Ia adalah masalah kualitas sumber daya manusia masa depan: kemampuan belajar, produktivitas, dan kesehatan jangka panjang.
Ekonom James Heckman menegaskan bahwa investasi terbesar bangsa terjadi pada masa awal kehidupan anak. Maka memperkuat perempuan khususnya ibu muda adalah investasi ekonomi jangka panjang.
Hari Kartini di NTT seharusnya diterjemahkan menjadi:




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

