Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di NTT.

“Keterlibatan semua pihak menunjukkan semangat gotong royong dalam pembangunan daerah. Ini menjadi kekuatan kita untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata,” ungkapnya.

Dapat Perhatian Daerah Lain

Menariknya, pelaksanaan MUSIK KEREN juga menarik perhatian daerah lain. Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan Pemerintah Provinsi Aceh yang melakukan studi tiru terhadap program tersebut.

Iklan

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh peserta untuk tetap optimis dalam menghadapi keterbatasan, serta terus memperkuat ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan kelompok rentan, termasuk mendorong produksi dan pemasaran hasil karya penyandang disabilitas.

“Melalui MUSIK KEREN, kita pastikan setiap kebijakan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Kita mengurus orang miskin, bukan orang bermental miskin,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah penting dalam meningkatkan partisipasi kelompok rentan dalam perencanaan pembangunan, sekaligus memastikan kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Lioe, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, jajaran Pemerintah Provinsi Aceh, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (*/rnc)