Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Inklusi Kelompok Rentan atau MUSIK KEREN Tahun 2026 di Hotel Aston and Convention Center Kupang, Rabu (15/4/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa MUSIK KEREN harus menjadi forum strategis untuk memperkuat aspirasi kelompok rentan sekaligus memastikan program pemerintah tepat sasaran.
“Hari ini kita memasuki tahun kedua pelaksanaan MUSIK KEREN. Kami berharap usulan kelompok rentan semakin diperkuat dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.
Dorong Pendekatan Berbasis Data Mikro
Gubernur Melki Laka Lena menekankan pentingnya pendekatan pembangunan berbasis data mikro, yakni perencanaan yang berfokus langsung pada individu melalui metode by name by address. Pendekatan ini dinilai mampu memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh kelompok rentan.
Ia juga memaparkan capaian indikator makro pembangunan NTT tahun 2025, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,14 persen, angka kemiskinan 17,5 persen, prevalensi stunting 20,5 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 69,89.
“Capaian ini perlu ditelaah lebih dalam pada level mikro, untuk memastikan kelompok rentan turut merasakan dampaknya,” jelasnya.
Kolaborasi jadi Kunci
Gubernur turut mengapresiasi kontribusi berbagai pihak dalam penyelenggaraan MUSIK KEREN, mulai dari perangkat daerah, mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, hingga organisasi penyandang disabilitas.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di NTT.
“Keterlibatan semua pihak menunjukkan semangat gotong royong dalam pembangunan daerah. Ini menjadi kekuatan kita untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata,” ungkapnya.
Dapat Perhatian Daerah Lain
Menariknya, pelaksanaan MUSIK KEREN juga menarik perhatian daerah lain. Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan Pemerintah Provinsi Aceh yang melakukan studi tiru terhadap program tersebut.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh peserta untuk tetap optimis dalam menghadapi keterbatasan, serta terus memperkuat ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan kelompok rentan, termasuk mendorong produksi dan pemasaran hasil karya penyandang disabilitas.
“Melalui MUSIK KEREN, kita pastikan setiap kebijakan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Kita mengurus orang miskin, bukan orang bermental miskin,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah penting dalam meningkatkan partisipasi kelompok rentan dalam perencanaan pembangunan, sekaligus memastikan kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Lioe, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, jajaran Pemerintah Provinsi Aceh, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

