Kupang, RakyatNTT.ID – Distribusi pupuk di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menunjukkan percepatan signifikan setelah sebelumnya menuai sorotan terkait lambannya proses bongkar muat di Pelabuhan Tenau Kupang.

Aktivitas pembongkaran pupuk dari kapal akhirnya mulai berjalan pada Kamis (26/3/2026) pagi, disusul percepatan penyaluran pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani di musim tanam 2026.

Asisten Account Executive (AAE) PT Pupuk Indonesia (Persero) wilayah Kupang, Fadlin Yunus, menyampaikan bahwa proses pembongkaran dimulai sekitar pukul 09.00 WITA.

Iklan

“Kami sudah mulai pembongkaran pupuk dari kapal di Pelabuhan Tenau dan langsung diangkut ke gudang penyangga di Alak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembongkaran tahap awal difokuskan pada pupuk jenis NPK sebanyak 2.800 ton yang diangkut menggunakan KM Langgeng Mas. Sementara itu, kapal lainnya, KM Kisik Mas, yang membawa pupuk urea sebanyak 4.600 ton juga telah sandar dan diperkirakan segera melakukan pembongkaran.

“Untuk kapal Kisik Mas kemungkinan bongkar hari ini juga, mungkin malam sesuai informasi dari tim distribusi,” tambahnya.

Secara umum, proses pemindahan pupuk dari kapal ke gudang penyangga membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Meski demikian, distribusi kepada petani tetap dilakukan secara paralel agar tidak menghambat kebutuhan di tengah musim tanam.