“Pintu NTT Mart terbuka lebar sebagai ruang bersama bagi pengusaha swasta, pelaku UMKM, koperasi, komunitas hingga satuan pendidikan untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi lokal NTT,” tegasnya.

Jawaban atas Tantangan UMKM

Pemerintah Provinsi NTT menyadari bahwa pemberdayaan IKM dan UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari mutu produk, kapasitas produksi, kontinuitas bahan baku hingga persoalan harga dan akses pasar. Kondisi ini, menurut Wagub, tidak boleh menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi rakyat.

Melalui NTT Mart, pemerintah berupaya membangun rantai pasok dan rantai nilai yang terintegrasi dan berkelanjutan. Tujuannya agar setiap produk lokal memiliki nilai tambah lebih tinggi dan manfaat ekonominya tetap berputar di wilayah NTT.

Iklan

Pemprov NTT melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga terus memperkuat koordinasi dan kemitraan guna membangun ekosistem pengelolaan NTT Mart yang terintegrasi di seluruh kabupaten/kota.

Hal ini menegaskan bahwa NTT Mart merupakan bagian dari sistem ekonomi daerah yang dibangun secara berkelanjutan, bukan program parsial.

Dorong Kewirausahaan Muda

Kehadiran NTT Mart di Kabupaten Sabu Raijua diharapkan menjadi tonggak lahirnya kewirausahaan muda yang adaptif terhadap digitalisasi serta kreatif dalam mengembangkan inovasi produk lokal.