Keputusan tersebut berujung fatal. Tubuh korban terjepit antara pintu truk dan gundukan tanah saat kendaraan akhirnya berhenti.

Saksi mata, Paulus Dasaulus Datak (47), mengatakan korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Rekas untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Korban langsung dibawa ke Puskesmas, tapi karena luka dalam yang cukup parah, akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.

Iklan

Sementara itu, sopir dan satu penumpang lainnya selamat meski mengalami trauma.

Polisi Amankan Truk, Ingatkan Pentingnya Kelaikan Kendaraan

Pihak kepolisian telah mengamankan truk sebagai barang bukti dan mencatat keterangan saksi di lokasi kejadian. Kerugian materi akibat kecelakaan ini diperkirakan sekitar Rp1 juta.

IPDA Bayu menegaskan bahwa kondisi geografis Manggarai Barat yang berbukit serta musim penghujan menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara, terutama kendaraan berat.

“Faktor keselamatan harus menjadi prioritas, terutama pengecekan rutin terhadap kelaikan kendaraan sebelum perjalanan jauh,” tegasnya.

Jenazah korban telah diberangkatkan ke kampung halamannya di Desa Bela, Bajawa, Kabupaten Ngada, untuk disemayamkan oleh keluarga.

Kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan kendaraan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di jalur Trans Flores yang dikenal menantang, terutama saat cuaca buruk. (*/rnc)