Senada dengan itu, Ketua SMSI Provinsi Banten, Lesman Bangun, menilai pemilihan Banten sebagai lokasi pembuka HPN 2026 memiliki nilai filosofis mendalam. Menurutnya, semangat perjuangan masyarakat Banten sejalan dengan fungsi pers sebagai penjaga kebenaran dan kontrol sosial.

“Kami ingin peserta merasakan langsung ruh perjuangan dan peradaban Banten. Dari sini, pers nasional diharapkan membawa narasi yang edukatif, mencerahkan, dan bertanggung jawab,” jelas Lesman.

Di akhir kegiatan, pihak Kesultanan Banten memaparkan sejarah panjang perjuangan Banten yang dikenal sebagai wilayah yang tak pernah tunduk pada penjajahan. Nilai keteguhan dan keberanian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi insan pers dalam menjaga marwah profesi jurnalistik.

Iklan

Rangkaian peringatan HPN 2026 selanjutnya akan berlanjut dengan berbagai agenda edukatif dan kebudayaan di sejumlah daerah, termasuk kunjungan ke Museum Multatuli sebagai bagian dari penguatan literasi sejarah dan pers.

Melalui pembukaan bernuansa historis ini, SMSI berharap HPN 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk memperkuat profesionalisme, independensi, dan tanggung jawab pers siber demi kemajuan demokrasi Indonesia. (*/rnc)