Selain itu, akan ada pembedaan perlakuan antara negara yang telah menandatangani perjanjian dagang dengan yang belum. Ke depan, diplomasi dan negosiasi akan terus dilakukan secara adaptif dengan mengutamakan kepentingan nasional.

Pemerintah menegaskan implementasi perjanjian perdagangan harus memberi manfaat konkret bagi stabilitas ekonomi dan daya saing nasional di tengah dinamika global.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.750 hingga Rp16.780 per dolar AS.

Iklan

Pelaku pasar pun masih mencermati perkembangan geopolitik, kebijakan tarif AS, serta arah kebijakan suku bunga The Fed yang menjadi faktor utama penentu arah nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. (*/rnc)

Economic Insight RakyatNTT.ID menyajikan berita ekonomi terkini dan tepercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan info UMKM di NTT, Indonesia dan dunia setiap saat.