Kupang, RakyatNTT.ID Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Nusa Cendana (MAPALA Undana) resmi mengukuhkan 19 anggota penuh angkatan ke-7 yang diberi nama “Jejak Purnama”.

Prosesi pelantikan bertema “Ditempa Alam, Membentuk Jiwa dan Harapan” ini berlangsung khidmat di Sekretariat MAPALA Undana, Sabtu (14/2/2026).

Pengukuhan tersebut menandai keberhasilan para anggota muda menyelesaikan masa orientasi dan pengabdian selama enam bulan dengan standar kualifikasi ketat. Mereka dibekali kemampuan teknis di berbagai divisi, mulai dari Search and Rescue (SAR), Rimba, Rock Climbing, hingga Diving.

Iklan

Fase Sakral dengan Standar Kelulusan Ketat

Perubahan status dari anggota muda menjadi anggota penuh menjadi fase paling sakral dalam perjalanan organisasi. Para peserta harus melalui dua tahapan penting, yakni Pra-Pendidikan Lanjutan (Pra-Dikjut) dan Pendidikan Lanjutan (Dikjut).

Koordinator Divisi Pendidikan dan Latihan MAPALA Undana, Jeanet Marselina Kiubana, menegaskan bahwa proses seleksi dan pendidikan dirancang untuk membentuk ketahanan fisik sekaligus kedewasaan mental.

“Menjadi anggota penuh Mapala Undana bukan sekadar kebanggaan menggunakan syal merah. Ada tanggung jawab besar untuk menjaga dan melestarikan alam. Standar kelulusan kami buat sangat ketat karena mereka disiapkan untuk menjadi pelopor di medan yang sesungguhnya,” tegas Jeanet.

Simbolisme Syal dan Regenerasi Organisasi

Upacara pelantikan ditandai dengan prosesi pelepasan syal hijau oleh Sekretaris MAPALA Undana, Servince Ola, sebagai simbol berakhirnya masa anggota muda. Selanjutnya, penyematan syal merah dilakukan oleh Pembina MAPALA Undana, Rifka Liling Palingi, M.Si., bersama Ketua Umum Jems Ananda Salomo Baun.