Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Oktaviana menegaskan bahwa pembagian kuota tidak dilakukan secara merata kepada seluruh perusahaan.
“Setelah melihat jumlah perusahaan, kami tidak bisa membagi kuota secara merata. Kami harus mengutamakan perusahaan yang memiliki track record baik, agar izin yang diberikan benar-benar terserap,” jelasnya.
Saat ini, proses verifikasi masih pada tahap perizinan. Untuk mendapatkan rekomendasi pengiriman, perusahaan wajib melakukan pengujian sampel darah ternak di Laboratorium Kesehatan Hewan Provinsi NTT. Setelah itu, rekomendasi diterbitkan usai pembayaran retribusi pengiriman ternak.
Retribusi Pengiriman Ternak jadi Andalan PAD 2026
Di sisi lain, Dinas Peternakan Kabupaten Kupang dibebankan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,5 miliar pada tahun anggaran 2026. Retribusi pengiriman ternak menjadi sektor penyumbang terbesar dalam target tersebut.
Selain retribusi pengiriman ternak, terdapat pula sumber pendapatan lain seperti retribusi palang ternak, DOC, telur, daging segar, hingga olahan daging.
“Retribusi ternak menjadi yang paling besar kontribusinya terhadap target PAD,” ungkap Oktaviana.
Untuk mendukung pencapaian target PAD, dalam waktu dekat Dinas Peternakan akan melakukan pendataan ulang populasi ternak sapi di Kabupaten Kupang. Pendataan ini akan melibatkan pemerintah desa hingga tingkat RT guna memperoleh data faktual berdasarkan jenis sapi yang dimiliki masyarakat.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

