Kupang, RakyatNTT.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia pada awal Ramadan 1447 Hijriah.

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk dalam daftar wilayah berstatus Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan berlangsung hingga 26 Februari 2026.

Peringatan ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat NTT, mengingat awal Ramadan kerap diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan mudik lokal, aktivitas pasar, dan kegiatan ibadah di masjid.

Iklan

BMKG menyebut, hujan lebat yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan akibat kombinasi sejumlah fenomena atmosfer global dan regional yang terjadi secara bersamaan.

Dipicu La Niña Lemah hingga Monsun Asia

Berdasarkan analisis BMKG, kondisi La Niña lemah saat ini terdeteksi melalui nilai Southern Oscillation Index (SOI) dan indikator Niño3.4. Fenomena ini berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur, termasuk NTT.

Tak hanya itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase Indian Ocean (Samudra Hindia) turut meningkatkan suplai uap air di sebagian besar wilayah Indonesia.