Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Menguatnya wacana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dinilai tidak semata-mata didorong oleh alasan efisiensi anggaran.
Meski partai politik memiliki sikap politik yang beragam, kecenderungan hampir seragam dalam mendukung wacana ini memunculkan dugaan adanya kepentingan strategis di baliknya.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai dukungan mayoritas partai terhadap Pilkada DPRD dapat dibaca sebagai uji coba pembentukan koalisi permanen.
“Saya membaca kenapa hampir mayoritas partai politik mendukung wacana Pilkada oleh DPRD, ini sepertinya semacam uji coba soal kemungkinan koalisi permanen yang beberapa waktu lalu sempat dibangun,” ujar Adi dalam talkshow di stasiun televisi swasta nasional, dikutip Jumat (2/1/2025).
Pilkada DPRD jadi Alat Ukur Kekuatan Koalisi
Menurut Adi, wacana tersebut dapat menjadi semacam test case untuk mengukur kekuatan dan soliditas kerja sama antarpartai.
“Ini semacam test case kira-kira siapa saja yang bisa diajak kerja sama dan kekuatannya bisa diukur dari case to case, seperti soal Pilkada DPRD atau tidak,” lanjutnya.
Ia menilai dinamika ini menunjukkan bahwa isu Pilkada tidak langsung memiliki dimensi politik yang lebih luas daripada sekadar perhitungan teknis dan anggaran.
Berpotensi Bertabrakan dengan Putusan MK
Di sisi lain, Adi mengingatkan adanya persoalan konstitusional yang serius. Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa pemilu dan Pilkada berada dalam satu rumpun yang tidak dapat dipisahkan.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

