Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Sikap partai nonparlemen terbelah menyikapi wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD atau pilkada tidak langsung.
Meski demikian, partai nonparlemen yang berada di barisan pendukung pemerintah cenderung menunjukkan sikap positif terhadap wacana tersebut, dengan alasan menekan tingginya ongkos politik.
Sikap Partai-partai Nonparlemen
Partai Gelora menyatakan masih mengkaji wacana pilkada tidak langsung. Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menilai demokrasi memiliki dinamika yang harus disesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonomi.
“Demokrasi itu ada pendulumnya. Kalau terlalu ke kanan ada ongkosnya, ke kiri juga ada ongkosnya. Kami sedang mencari jalan yang paling pas untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Fahri akhir Desember lalu.
Menurut Fahri, pembahasan pilkada melalui DPRD masih terbuka dan terus didiskusikan di internal koalisi partai pendukung pemerintah.
Sikap lebih terbuka ditunjukkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI mendukung Pilkada melalui DPRD sepanjang baik untuk masyarakat luas. PSI juga menyatakan tidak masalah mekanisme pemilihan kepala daerah dengan cara apa pun. Namun, PSI juga akan mengkaji mekanisme pilkada yang terbaik untuk masyarakat.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

