Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Pemadaman bergilir ini dilakukan untuk menghindari pemadaman total di seluruh Pulau Rote. PLN tetap mengelola BBM sesuai SOP, yang dalam kondisi cuaca normal biasanya cukup untuk 10 hari operasi,” jelas Yohanes.
Ia juga mengungkapkan bahwa dropping BBM terakhir dilakukan pada 10 Januari 2026. Sementara itu, larangan berlayar dari KSOP mulai diberlakukan sejak 13 Januari 2026 dan telah diperbarui sebanyak tiga kali hingga 23 Januari 2026.
Dengan kondisi tersebut, per 20 Januari 2026, sisa hari operasi PLTD tinggal sekitar lima hari. Jika listrik dioperasikan tanpa pemadaman, BBM diperkirakan hanya cukup hingga 25 Januari 2026.
PLN, lanjut Yohanes, telah melakukan berbagai upaya alternatif untuk mengatasi keterbatasan BBM. Salah satunya, kapal tanker BBM sebenarnya telah sandar di Pelabuhan Tenau Kupang dan dijadwalkan berlayar pada 17 Januari 2026, namun kembali tertunda akibat cuaca buruk.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan KSOP untuk opsi pengiriman BBM menggunakan kapal navigasi. Bahkan, koordinasi dengan PT Nindya Karya selaku kontraktor proyek Tambak Garam juga dilakukan untuk kemungkinan peminjaman BBM,” ungkapnya.
Untuk solusi jangka panjang, PLN saat ini tengah membangun tambahan tangki BBM berkapasitas 500 kiloliter (KL) yang ditargetkan selesai pada Maret 2026. Penambahan tangki ini diharapkan dapat meningkatkan hari operasi PLTD Rote dari sebelumnya sekitar 15 hari menjadi 28 hari.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

