Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ba’a, RakyatNTT.ID – Cuaca ekstrem yang melanda Selat Pukuafu, Kabupaten Rote Ndao, menyebabkan kapal pengangkut BBM untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Rote Ndao belum dapat diberangkatkan dalam waktu dekat. Kondisi ini sesuai dengan rilis BMKG Maritim Kupang terkait tingginya gelombang laut di wilayah tersebut.
Dalam kurun waktu Januari 2026, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang telah mengeluarkan tiga kali imbauan terkait cuaca buruk, khususnya di lintasan laut Selat Rote (Pukuafu), yang dikenal rawan gelombang tinggi.
Surat terakhir yang dirilis KSOP Pelabuhan Kelas III Kupang, Kementerian Perhubungan RI, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, tertanggal 20 Januari 2026, menyebutkan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG Maritim Kupang, tinggi gelombang di Selat Rote (Pukuafu) mencapai 2,5 meter hingga 4 meter. Kondisi tersebut mengakibatkan tidak ada kapal yang diizinkan berlayar ke Rote Ndao, termasuk kapal pengangkut BBM untuk PLN.
Manajer ULP PLN Rote Ndao, Yohanes Fernandes Lay, saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa stok BBM untuk suplai listrik di Pulau Rote saat ini sangat terbatas. Oleh karena itu, PLN terpaksa menerapkan pemadaman listrik secara bergilir yang diperkirakan berlangsung hingga 31 Januari 2026, selama belum ada suplai BBM masuk.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

