Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Program pembajakan lahan ini merupakan tahap awal sebelum penanaman benih jagung yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025. Pemerintah daerah menilai langkah tersebut sebagai titik penting dalam modernisasi pengolahan lahan, peningkatan produktivitas pertanian, serta mendorong kenaikan pendapatan petani dan kontribusi ekonomi daerah.
Dampak Jangka Panjang untuk Pertanian Lembata
Stanislaus Kebesa menegaskan bahwa pembajakan tidak hanya merupakan aktivitas teknis, melainkan investasi jangka panjang bagi pembangunan pertanian di Lembata. Menurutnya, kualitas pengolahan tanah berpengaruh langsung terhadap hasil panen dan secara tidak langsung meningkatkan PAD daerah.
Pemkab Lembata Apresiasi Kontribusi PT SMJ
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Muktar Hada, menyampaikan apresiasi mewakili Pemerintah Kabupaten Lembata atas kontribusi tersebut. Ia menyatakan bahwa penyetoran PAD sebesar Rp25 juta menunjukkan komitmen PT SMJ dalam mendukung pembangunan daerah serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, investor, dan petani.
Hada juga menilai kehadiran PT SMJ sebagai langkah maju menuju pertanian yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan. Pemerintah, katanya, siap mendukung agar target 108 hektare dapat dicapai dan memberikan dampak luas bagi kesejahteraan petani serta ketahanan pangan di Lembata.
Harapan untuk Kerja Sama Berkelanjutan
Pemkab Lembata berharap keterlibatan PT SMJ bisa berlanjut menjadi model kemitraan produktif di sektor pertanian. Dengan capaian awal yang positif, pemerintah optimistis kerja sama ini akan membuka peluang lebih besar bagi petani lokal untuk meningkatkan teknik budidaya, memperbesar hasil produksi, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. (*/rnc)
