Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ketiga Gotong Royong Modern: Kerja Sama Tanpa Ketergantungan
• Semangat gotong royong harus diperkuat, bukan dalam bentuk “saling menunggu”, tetapi saling menguatkan.
• TUMHIHO berarti bergerak bersama tanpa kehilangan kemandirian.
• Bangun kelompok kerja desa yang saling berbagi ilmu, alat, dan pengalaman.
Keempat Pendidikan dan Pelatihan: Ilmu sebagai Akar Kemandirian
• Ilmu dan keterampilan adalah pupuk bagi kemandirian.
• YFMG bisa memfasilitasi pelatihan wirausaha, pengelolaan keuangan, dan pengolahan hasil lokal.
• Ajak generasi muda untuk belajar, bereksperimen, dan memimpin perubahan di desanya.
Kelima Integritas dan Kehormatan: Hidup Terhormat, Bukan Hidup dari Bantuan
• “Hidup terhormat” berarti hidup dengan kerja yang jujur dan hasil sendiri, bukan mengandalkan belas kasihan.
• Kehormatan sejati bukan karena kaya, tapi karena berdiri di atas keringat sendiri.
• Tanamkan nilai malu untuk menipu, dan bangga untuk bekerja.
Keenam Pemanfaatan Alam Secara Bijak
• Alam TTU keras tapi subur jika dikelola dengan ilmu dan kasih.
• TUMHIHO berarti juga menjadi sahabat alam — menanam kembali, mengelola air, dan menjaga lingkungan agar lestari.
Ketujuh Kepemimpinan Lokal yang Melayani
• Kepala desa, tokoh adat, dan pemuka agama perlu menjadi teladan tumhiho: jujur, pekerja keras, dan mengutamakan kepentingan bersama.
• Kepemimpinan yang melayani akan menghidupkan semangat warga untuk ikut berjuang.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

