Ia menegaskan agar pegawai Bea Cukai tidak lagi nongkrong di tempat umum mengenakan seragam, terutama di lokasi komersial seperti kafe.

“Hari Senin depan kalau masih ada yang ketemu seperti ini, saya akan pecat! Walaupun katanya memecat pegawai negeri susah, saya akan persulit hidupnya. Masa nongkrong di Starbucks pakai seragam, nggak kira-kira!” tegas Purbaya dengan nada tinggi.

Purbaya juga mengungkap kekecewaannya karena arahannya selama ini tidak dijalankan. Ia menilai masih banyak pegawai di bawah yang tidak peduli terhadap etika kerja dan citra institusi.

Isu Rokok Ilegal dan Dugaan Backing Bea Cukai

Selain perilaku pegawai di lapangan, laporan masyarakat juga menyinggung praktik razia rokok ilegal yang dinilai tidak menyentuh akar masalah. Pelapor menilai Bea Cukai lebih sering menyasar warung kecil daripada memburu distributor besar.

“Mereka lebih banyak razia warung kecil daripada membasmi distributornya. Ini sama saja memberi ruang bagi para cukong besar. Bea Cukai seolah tutup mata dan telinga,” kata Purbaya saat membacakan laporan tersebut.

Menanggapi hal itu, Purbaya berkomitmen untuk membasmi cukong rokok ilegal yang diduga mendapat backing dari oknum Bea Cukai sendiri.