Per Februari 2025, jumlah penganggur di Indonesia 7,28 juta jiwa. Jika dibuka usaha secara masif dalam berbagai bidang itu, yang menganggur itu bisa bekerja di situ. Pengangguranpun segera hilang. Termasuk kemiskinan.

Kedua, dalam kaitan dengan cara pertama, perguruan tinggi (PT), yang menjamur di negeri ini, bisa diajak untuk ikut terlibat secara aktif mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Caranya? Dorong mereka membangun usaha bisnisnya sendiri, seperti ranch peternakan di setiap kabupaten yang memungkinkan terpeliharnya ribuan ekor sapi atau kerbau di dalamnya. Juga perkebunan kopi atau apapun yang mampu menghasilkan produk pertanian ribuan ton.

Demikian juga usaha perikanan yang, jika dikelola secara profesional, pasti memberikan hasil berlimpah. Selain, tentu, usaha bisnis lain, yang sesuai dengan keahlian yang dimiliki sebuah PT. PT yang, selama ini, sesak dengan cerdik pandai, doktor, profesor dan magister, sejatinya, bisa melakukan itu untuk meningkatkan pendapatan non-akademiknya, yaitu pendapatan selain dari uang kuliah mahasiswa.

Iklan

Ini penting karena, jika pendapatan non-akademiknya tinggi, uang kuliah bisa gratis. Minimal tidak semahal sekarang. Pada titik ini, pendidikan pun bisa kembali menjadi ujung tombak pengentasan kemiskinan dan pengangguran.