Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
KEMISKINAN, rupanya, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keberadaan manusia sepanjang masa. Artinya, dalam hidup ini, selalu ada kemiskinan. Dari dulu hingga kini. Dari generasi ke generasi. Selalu ada yang kurang beruntung. Jatuh miskin, walaupun, mungkin, sudah berusaha secara total. All out. Secara berdarah-darah. Juga dengan karakter yang sangat baik. Tetapi, tetap saja kemiskinan tak pernah menjauh.

Saat ini, yang kurang beruntung itu banyak. Di NTT, menurut BPS per Maret 2025, ada 1,09 juta orang. Itu sama dengan 18,6% dari total populasi NTT saat ini, yaitu 5.656.039 jiwa, menurut BPS per Agustus 2024. Di Indonesia, per Maret 2025, ada 23,85 juta jiwa, sekitar empat kali jumlah penduduk NTT.
Di sisi lain, selalu ada juga orang yang beruntung. Itu, antara lain, buah dari kerja keras/cerdas, disiplin, dan tekadnya yang kuat untuk maju dan berhasil. Juga berkat karakternya yang berterima secara baik secara universal.
Pada saat yang sama, ada pula perubahan. Itu sebabnya, hidup ini, kata orang bijak, bak roda berputar. Ada kalanya, miskin. Kadang kurang beruntung. Berada pas di bawah roda kehidupan yang, dalam perputarannya, tidak selalu ramah. Namun, ada kalanya, di atas. Berpindah. Dari ketidakberuntungan, termasuk dari cengkeraman kemiskinan, kepada kehidupan yang lebih baik. Berkecukupan. Kalau tidak disebut berlebihan karena karakter positif yang dimilkinya, seperti yang disebutkan di atas.



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

