Itu sebuah sindiran yang, untungnya, tidak selalu pas. Adanya beasiswa dari berbagai sumber, termasuk dari pemerintah, untuk berbagai bidang studi, sejatinya, selalu bisa membantu kaum marjinal kuliah atau sekolah di lembaga pendidikan apapun. Termasuk yang mahamahal sekalipun. Beasiswa bisa membawa mereka ke sana.

Pada titik ini, kita sepakat, pendidikan tetap menjadi salah satu jalan keluar terbaik dari kemiskinan. Namun, itu saja, rupanya, tidak cukup. Sebab sejak kita merdeka, pendidikan sudah digalakkan secara masif, tetapi hasil akhirnya tetap: kemiskinan tak pernah lenyap. Angka kemiskinan yang disebutkan di atas buktinya.

Jika demikian, adakah cara lain selain pendidikan? Ada banyak. Namun, saya sebutkan dua cara berikut. Pertama, kita kembali ke bidang yang kita kuat sejak dahulu, yaitu pertanian, peternakan, dan kelautan/perikanan.

Iklan

Kementerian yang terkait ketiga bidang itu, bersama dinas pendukungnya di daerah-daerah, sejatinya, bisa digalakkan untuk memungkinkan terbukanya usaha pertanian, peternakan, dan perikanan secara masif dan moderen di setiap kabupaten/kota. Pada saat yang sama, yang miskin dan menganggur diajak untuk bekerja di situ, sehingga mereka pun punya pekerjaan yang memungkinkannya keluar dari jeratan kemiskinan dan pengangguran.