Dari sisi komoditas, harga emas dunia turun ke level terendah dalam satu dekade, sementara harga minyak mentah WTI justru mendekati puncak dua minggu terakhir akibat kekhawatiran pasokan setelah sanksi baru AS terhadap Rusia.

Faktor Domestik dan Kebijakan BI

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21–22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 4,75 persen, suku bunga deposit facility di 3,75 persen, dan lending facility di 5,5 persen.

Selain itu, pasar juga mencermati rencana Danantara untuk menggabungkan aset manajemen milik BBRI, BMRI, dan BBNI menjadi satu entitas baru yang diharapkan memperkuat industri keuangan nasional.

Iklan

Prospek Pekan Ini: Fokus pada Earning Season

Menghadapi pekan perdagangan 27–31 Oktober 2025, David menilai sentimen musim laporan keuangan emiten besar akan menjadi fokus utama investor dan trader.

“Para trader perlu mencermati laporan keuangan yang akan rilis dalam 1–2 minggu ke depan. Jika harga saham terapresiasi signifikan, manfaatkan momentum earning season. Sedangkan investor jangka panjang sebaiknya fokus pada pertumbuhan fundamental dan akumulasi bertahap,” jelasnya.

Rekomendasi Saham dan Obligasi IPOT

Sebagai strategi investasi pekan ini, IPOT merekomendasikan empat saham pilihan dan satu instrumen obligasi, yaitu:

  • Buy KLBF – Target Price: Rp1.325, Stop Loss: Rp1.180
  • Buy CPIN – Target Price: Rp5.500, Stop Loss: Rp5.000
  • Buy AKRA – Target Price: Rp1.300, Stop Loss: Rp1.150
  • Buy Obligasi PBS038

(*/rnc)