Para SPPI ini memimpin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, sesuai arahan Presiden Prabowo agar setiap SPPG dipimpin oleh SPPI sebagai kepala satuan.

“SPPI identik dengan SPPG, tidak ada satu pun SPPG yang tidak dipimpin oleh SPPI,” tegas Dadan.

Kolaborasi Bangun Infrastruktur Gizi Nasional

Selain anggaran dan SDM, infrastruktur juga menjadi pilar penting. Pembangunan gedung-gedung SPPG awalnya direncanakan menggunakan dana APBN, namun karena keterbatasan waktu dan birokrasi, pemerintah membuka kemitraan strategis dengan sektor swasta.

Iklan

“Kami berterima kasih kepada para mitra yang telah membantu membangun SPPG di berbagai daerah. Anda semua adalah pejuang merah putih yang mempercepat keberhasilan program ini,” ujar Dadan.

Pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 unit SPPG dengan kebutuhan dana sekitar Rp60 triliun. Meski dana tersedia, proses tender pemerintah berjalan lambat. Dari Rp6 triliun yang dialokasikan untuk membangun 1.542 SPPG tahun ini, belum satu pun terealisasi melalui mekanisme tersebut.

Sebaliknya, melalui partisipasi mitra, kini sudah berdiri 11.504 SPPG aktif di seluruh Indonesia, seluruhnya hasil kolaborasi masyarakat dan swasta.

“Ini adalah program pertama di dunia di mana mitra menjadi partner langsung pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan program gizi nasional,” lanjutnya.