Kupang, RakyatNTT.ID – Calon Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Periode 2025-2029, Dr. Hamza Wulakada, M.Si menegaskan universitas tidak boleh sekadar menjadi perpanjangan tangan kementerian.

Menurutnya, NTT memiliki kekhasan tersendiri yang harus diakomodasi dalam kebijakan pendidikan tinggi. Hal ini disampaikan dalam sesi pemaparan visi-misi Calon Rektor Undana Periode 2025-2029 yang berlangsung di Gedung Grha Undana, Selasa (23/9/2025).

Dalam pemaparannya, Hamza menyoroti keresahan publik, khususnya masyarakat NTT, yang masih menghadapi stigma sebagai daerah miskin dan tertinggal. Ia juga memberikan penghargaan kepada para pendahulu seperti Prof. Fred Benu dan Prof. Max Sanam, namun menekankan perlunya refleksi bahwa setelah 63 tahun berdiri, apakah Undana sudah benar-benar memberi dampak bagi masyarakat atau belum.

Iklan

Hamza mengutip pesan Prof. Max “boleh menjulang tinggi, tetapi harus berakar kuat”. Menurutnya, visi global tidak ada artinya jika masyarakat sekitar kampus masih hidup dalam keterpurukan.

Tantangan Internal dan Eksternal

Dr. Hamza memaparkan tantangan internal seperti peningkatan kualitas SDM, keterbatasan sarana riset, standar mutu akademik, pendapatan non-akademik, hingga lemahnya kolaborasi alumni.