Larantuka, RakyatNTT.ID Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur, NTT, sejak 17 Juni 2025 telah menyebabkan ribuan warga mengungsi dan fasilitas umum rusak parah.

Menanggapi tragedi ini, Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) FISIP Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang hadir langsung membawa bantuan ke lokasi terdampak.

Fokus utama aksi kemanusiaan ini adalah siswa-siswi SDI Wolorona, sekolah yang kini terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat di Desa Konga, Kecamatan Titehena. Aksi kemanusiaan ini berlangsung pada 15–17 Juli 2025, membawa harapan di tengah situasi darurat.

Dari Alat Belajar hingga Dukungan Emosional

Ketua BEM FISIP UNDANA, Viquera Messakh, menegaskan bahwa bantuan mereka tak sekadar berupa barang. “Kami hadir tidak hanya untuk menyalurkan bantuan fisik, tapi juga memberi dukungan emosional kepada anak-anak,” tegasnya.

Sebanyak 147 siswa SDI Wolorona menerima langsung paket alat belajar seperti buku tulis, alat tulis, buku bacaan, buku gambar, tumbler, hingga tabel perhitungan. Tak berhenti di situ, para mahasiswa juga melakukan kegiatan trauma healing, termasuk membuat pohon harapan sebagai bentuk terapi emosional.

Kepala SDI Wolorona, Germana Gelole, menyambut kedatangan Ormawa FISIP UNDANA dengan penuh syukur. “Ini suatu kehormatan, banyak sekolah terdampak tapi sekolah kami yang dikunjungi,” ucapnya.