Hal ini disebut sebagai youth bulge tanpa leverage politik—sebuah ironi dalam demokrasi. “Kita tidak kekurangan anak muda yang cerdas, berintegritas, dan punya akar di masyarakat. Yang kurang adalah ruang dan keberpihakan sistemik,” tegas Billy.

Ia mencontohkan Zohran Mamdani di New York, politisi muda yang mampu menonjol karena mendapat panggung politik yang cukup. Hal ini sulit terjadi bila pemilu dilakukan serentak dengan kontestasi nasional yang menyita seluruh perhatian publik.

Komitmen Perindo Mendorong Anak Muda

Partai Perindo yang kini dipimpin oleh Angela Tanoesoedibjo menyatakan komitmennya untuk terus mendorong regenerasi politik. Perindo telah mengantarkan lebih dari 380 anggota legislatif dan 17 kepala/wakil kepala daerah, serta mengusung kader sebagai calon Gubernur Papua Barat Daya.

Iklan

“Putusan MK ini tidak boleh hanya menjadi perubahan administratif. Ini harus jadi awal transformasi budaya politik,” tutup Billy. (*/rnc)