Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sebelumnya, Ombudsman NTT membeberkan data dan realitas di lapangan yang menunjukkan perlunya tindakan afirmatif dari pemerintah daerah dan satuan pendidikan.
Data Partisipasi Pendidikan NTT yang Mengkhawatirkan
- Hanya 32% lulusan SMA/SMK/SLB di NTT yang melanjutkan ke perguruan tinggi (BPS 2024).
- 10.590 anak di NTT belum pernah sekolah.
- 27.287 murid putus sekolah (Data INOVASI NTT, Juni 2024).
- Total anak usia sekolah dasar dan menengah yang tidak bersekolah di NTT diperkirakan mencapai 200.000 orang.
Pungutan dan Biaya Sekolah Masih Tinggi
- Sumbangan komite SMA/SMK berkisar Rp 50.000 – Rp 150.000 per bulan.
- Biaya masuk kelas X di sekolah negeri:
- Rp 1,8 juta (SMA Negeri) dan Rp 2,5 juta (SMK Negeri) di kota
- Rp 1,4 juta ke atas di daerah
Dana BOS SMA: Rp 1.590.000/siswa/tahun, SMK: Rp 1.690.000/siswa/tahun, sementara sumbangan komite bisa mencapai Rp 1.800.000/siswa/tahun.
Dampak Langsung: Anak Tak Bisa Ujian dan Tahan Ijazah
- Masih ada siswa yang tidak diperbolehkan ikut ujian karena belum lunas pungutan.
- Ijazah ditahan karena belum melunasi biaya komite, padahal Peraturan Sekjen Kemendikbudristek No. 1 Tahun 2022 jelas melarang praktik ini.
Pendidikan Menengah NTT Harus Murah atau Gratis
Berikut beberapa langkah strategis yang dapat diambil oleh Pemprov NTT, Dinas Pendidikan, dan Satuan Pendidikan:



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan