Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Beirut, RakyatNTT.ID – Ketegangan antara Israel dan Hizbullah kembali meningkat. Militer Israel (IDF) mengklaim berhasil membunuh seorang komandan senior Hizbullah, Abbas Al Hassan Wahbi, dalam serangan drone yang menghantam Mahrouna, Lebanon selatan, pada Sabtu (28/6/2025).
Menurut IDF, Wahbi adalah kepala intelijen salah satu batalion elit Hizbullah, Radwan Force, yang dituding berperan penting dalam pemulihan kekuatan tempur Hizbullah dan pemindahan senjata.
“Target ini merupakan bagian dari upaya ilegal Hizbullah yang melanggar kesepahaman antara Israel dan Lebanon,” ungkap IDF dalam pernyataan resmi yang dikutip Times of Israel.
Radwan Force, Unit Elit Hizbullah
Radwan Force dikenal sebagai unit elit dan pasukan penyerbu milik Hizbullah yang kerap diterjunkan dalam operasi strategis. Menurut laporan IDF, Wahbi memiliki peran vital dalam reaktivasi sistem pertahanan dan distribusi logistik kelompok tersebut di wilayah perbatasan.
Gencatan Senjata yang Dilanggar
Serangan ini terjadi di tengah gencatan senjata yang masih berlaku antara Israel dan Hizbullah, serta setelah kesepakatan damai sementara antara Tel Aviv dan Teheran yang disepakati 13 Juni lalu, usai konflik militer 12 hari.
Namun, eskalasi tetap terjadi. Sehari sebelum serangan ke Mahrouna, pada Jumat (27/6), serangan udara Israel menghantam sebuah apartemen di Nabatieh, menewaskan satu orang dan melukai 13 lainnya.
Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan bahwa serangan Israel menyasar infrastruktur bawah tanah Hizbullah di Belfort, yang diyakini sebagai bagian dari sistem pertahanan kelompok tersebut.
Meskipun keduanya telah menandatangani gencatan senjata sejak November 2024, pelanggaran kerap terjadi. Salah satunya adalah serangan roket pada Maret 2025 yang diklaim bukan diluncurkan Hizbullah namun tetap dibalas Israel dengan menyerang wilayah Beirut.
Jika klaim Israel terhadap aktivitas militer Hizbullah benar, maka serangan ini bisa dianggap sebagai pelanggaran langsung terhadap perjanjian gencatan senjata yang disepakati kedua pihak. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan