oleh: Robert Kadang

Siang itu di desa kecil Kuan (Kampung) Maumolo. Nun jauh di pelosok Timor Tengah Utara. Warganya antusias menyambut kedatangan Fransiscus Go bersama rombongan dari Yayasan Felix Maria Go (YFMG). Syair adat dilantunkan, pun selendang dikalungkan. Pertanda, Fransiscus Go dan rombongan diterima secara adat.

Lalu rombongan diantar ke pendopo, tepat di depan pelataran Kapela Maumolo. Warga kampung telah berkumpul. Tua-muda, pria dan wanita, bersatu di bawah tenda. Sepertinya mereka sudah tidak sabaran. Melepaskan gundah gulana yang selama ini dipendam. Air bersih. Ya.., Kuan Maumolo telah bertahun-tahun mengalami kekeringan. Mereka butuh solusi.

Iklan

Konon kabarnya, puluhan tahun lalu Kuan Maumolo dikenal sebagai desa penghasil sayuran. Melimpah. Produksi sayur mayur mereka dipasok ke pasar-pasar yang ada di Kota Kefamenanu, ibukota kabupaten. Tapi itu dulu. Kini, ceritanya menjadi lain. Untuk membeli sayur, mereka terkadang harus ke Kota Kefamenanu. Sedih mendengarnya.

Namun, ada secercah harapan ketika mereka mendengar kedatangan Fransiscus Go ke Kefamenanu. Mungkin ini solusi, guman drh. Joyce Nino saat berbincang-bincang dengan RakyatNTT.com, Rabu malam (25/6/2025). Sang dokter hewan “diutus” menemui ketua Yayasan Felix Maria Go (YFMG) itu, demi memberi “kelegaan” bagi masyarakat Kuan Maumolo yang telah lama menahan rasa dahaga.

“Sebenarnya sudah lama mendengar nama Bapak Fransiscus Go. Tapi kami tidak tahu bagaimana caranya bisa ketemu. Dia orang Kefa, tapi kami tidak punya akses untuk bertemu,” sambung Stefanus Kefi, tokoh muda Kuan Maumolo.

Rasa penasarannya kian membuncah, manakala Melki Laka Lena (gubernur NTT), menyinggung nama Fransiscus Go dalam sebuah pertemuan yang dihadiri Stefanus. “Waktu itu saya ikut pertemuan. Lalu Pak Melki bilang; kalian harus memanfaatkan kebaikan hati Pak Fransiscus Go. Di Jawa saja dia bantu orang lain, apalagi daerah sendiri. Mendengar pernyataan Pak Melki seperti itu, saya makin penasaran untuk bertemu dengan Bapak Frans Go,” tutur Stafanus.

Dan, mimpinya terwujud. Kamis, 26 Juni 2025, Fransiscus Go bersama pengurus Yayasan Felix Maria Go lainnya, berkunjung ke Kuan Maumolo. “Tuhan dengar doa saya. Bisa bertemu dengan Bapak Fransiscus Go merupakan pengalaman yang berharga. Tadi beliau sudah banyak memberikan gambaran, agar Kampung Maumolo bisa keluar dari masalah ketersediaan air bersih. Beliau berjanji akan buat sumur bor, dan melakukan pendampingi di desa kami selama tiga tahun. Harapannya, Kuan Maumolo bisa kembali menjadi sentra produksi pertanian, terutama sayur-sayuran. Terima kasih untuk kemurahan hati Bapak Fransiscus Go dan Yayasan Felix Maria Go,” ujar Stefanus Kefi. (*)