Jakarta, RakyatNTT.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 1,3 persen pada pekan perdagangan 27–31 Oktober 2025.

IHSG ditutup di level 8.163,875, turun dari posisi 8.271,722 pada pekan sebelumnya.

Meski indeks melemah, sejumlah emiten justru menunjukkan performa gemilang dengan lonjakan harga saham yang signifikan. Tercatat sepuluh saham top gainers berhasil mencatatkan kenaikan di atas 29 persen, bahkan satu di antaranya melonjak hampir dua kali lipat.

Iklan

SSTM Pimpin Daftar Top Gainers BEI Pekan Ini

Menjadi sorotan utama, PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM), perusahaan tekstil asal Bandung, mencatat kenaikan fantastis hingga 95,31 persen dalam sepekan.

Harga saham SSTM melonjak dari Rp448 menjadi Rp875 pada penutupan perdagangan Jumat (31/10/2025).

Kenaikan tajam ini menjadikan SSTM sebagai top gainer utama di Bursa Efek Indonesia pekan ini. Analis menilai, lonjakan saham tekstil ini didorong oleh optimisme pemulihan sektor manufaktur dan ekspor menjelang akhir tahun.

Mengutip data statistik BEI, Sabtu (1/11/2025), berikut adalah deretan saham top gainers pekan ini 27-31 Oktober 2025:

  1. PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) naik 95,31 persen ke Rp875.
  2. PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) melejit 50,65 persen ke Rp464.
  3. PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) menguat 50 persen ke Rp144.
  4. PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) menanjak 44,64 persen ke Rp162.
  5. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melonjak 41,51 persen ke Rp17.300.
  6. PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melambung 34 persen ke Rp402.
  7. PT Multitrend Indo Tbk (BABY) tumbuh 33,08 persen ke Rp1535.
  8. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) naik 30,80 persen ke Rp1.890.
  9. PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) meningkat 29,81 persen ke Rp270.
  10. PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX) menjulang 29,63 persen ke Rp350.

Sektor Tekstil, Energi, dan Konsumer Pimpin Kenaikan

Kenaikan saham SSTM, INOV, dan BABY menunjukkan bahwa sektor tekstil dan konsumer masih menarik minat investor, terutama menjelang libur akhir tahun.