Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ba’a, RakyatNTT.ID – Polemik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar bagi nelayan di Kabupaten Rote Ndao kembali menjadi sorotan.
Persoalan tersebut kini tidak hanya berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan, tetapi juga menyentuh tata kelola penerbitan rekomendasi dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Tokoh masyarakat Rote Ndao, Arkhimes Molle, S.H., M.A., mendesak Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H., melakukan evaluasi terhadap proses penerbitan rekomendasi BBM bagi nelayan apabila pemeriksaan menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran.
Desakan itu disampaikan Arkhimes kepada sejumlah awak media, Selasa (15/9/2026).
Menurut Arkhimes, sekitar 350 rekomendasi BBM nelayan yang diterbitkan sepanjang 2026 perlu menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh. Ia menilai pemerintah perlu memastikan apakah seluruh rekomendasi tersebut diterbitkan berdasarkan prosedur dan persyaratan yang berlaku.
“Ini bukan lagi sekadar polemik atau isu mafia BBM. Kalau rekomendasi diterbitkan tanpa prosedur dan persyaratan yang lengkap, kemudian rekomendasi itu menjadi pintu masuk penyalahgunaan BBM subsidi, maka pemerintah harus bertanggung jawab melakukan evaluasi secara menyeluruh,” tegas Arkhimes.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan