Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID — Lebih dari 95 Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah.
Di tengah proses pengisian jabatan definitif yang sedang berjalan, dinamika bursa calon kepala sekolah justru kian memanas menyusul beredarnya isu dugaan kepentingan politis.
Informasi yang berkembang di lingkaran birokrasi dan media menyebutkan adanya kekhawatiran bahwa posisi strategis kepala sekolah rentan dimanfaatkan sebagai instrumen politik menjelang Pemilu 2029.
Hal ini mengingat peran kepala sekolah dan tenaga pendidik yang dinilai memiliki pengaruh di lingkungan masyarakat serta kedekatan dengan kelompok pemilih pemula di tingkat sekolah.
Sejumlah rumor juga menyoroti dugaan persaingan lobi-lobi politik dan kedekatan emosional antara kandidat calon dengan para figur politik di tingkat daerah.
Beredar kabar bahwa puluhan Plt Kepala Sekolah yang tengah menjabat turut berupaya mendapatkan dukungan politik agar statusnya dinaikkan menjadi kepala sekolah definitif.
Kadis Pendidikan NTT Bantah Isu Politisasi
Menanggapi berkembangnya spekulasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) NTT, Ambrosius Kodo, memberikan bantahan tegas.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan