Ia memastikan pemerintah akan terus melakukan koordinasi dan operasi dalam kurun waktu 24 jam ke depan untuk memeriksa ketersediaan pasokan semen.

Pemeriksaan akan menyasar rantai distribusi, mulai dari distributor, gudang penyimpanan hingga toko-toko bangunan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengungkap persoalan distribusi sekaligus memastikan pasokan semen kembali normal di pasaran.

Iklan

Proyek Pemerintah Diduga Ikut Memicu Kelangkaan

Di tengah situasi tersebut, muncul dugaan bahwa meningkatnya kebutuhan semen untuk proyek-proyek pemerintah pada tiga bulan terakhir 2026 menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan stok di pasaran.

Setelah pembahasan Perubahan APBD, sejumlah kegiatan pembangunan pemerintah mulai ditenderkan kepada pihak ketiga pada akhir Oktober 2026.

Kondisi ini diduga memicu peningkatan permintaan semen dalam jumlah besar dari para kontraktor. Mereka dituntut mempercepat pekerjaan agar seluruh proyek dapat diselesaikan sesuai masa kontrak pada tahun anggaran 2026.

Akibatnya, pesanan semen dalam jumlah besar diduga lebih banyak terserap melalui jalur distributor untuk memenuhi kebutuhan proyek konstruksi.

Selain peningkatan permintaan, muncul pula dugaan adanya praktik penimbunan semen untuk kepentingan usaha tertentu.