Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Di sisi lain, harga semen terus mengalami kenaikan. Sejumlah toko bangunan juga membatasi pembelian hanya sekitar dua hingga lima sak per orang.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikasi adanya persoalan dalam rantai pasokan dan distribusi semen yang perlu segera ditelusuri pemerintah.
“Kita tentu memahami bahwa toko bangunan juga menghadapi keterbatasan stok. Pembatasan pembelian mungkin dilakukan agar lebih banyak warga mendapat bagian. Tetapi kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlangsung terus-menerus,” tegasnya.
Ia menilai pembatasan pembelian bukan solusi jangka panjang apabila akar persoalan pasokan dan distribusi belum diselesaikan.
DPRD Minta Dinas Perdagangan Periksa Distributor dan Jalur Distribusi
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Winston mendesak Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota melalui Dinas Perdagangan segera melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.
Pemeriksaan tersebut perlu mencakup beberapa aspek, antara lain:
- Ketersediaan stok distributor, untuk memastikan jumlah persediaan semen yang tersedia di setiap wilayah.
- Volume pasokan melalui pelabuhan, guna mengetahui jumlah semen yang masuk ke NTT.
- Jalur distribusi, untuk mengidentifikasi kemungkinan hambatan dalam penyaluran dari distributor hingga pengecer.
- Perkembangan harga, mulai dari tingkat distributor sampai toko bangunan.
- Potensi pelanggaran perdagangan, termasuk dugaan penimbunan maupun praktik distribusi yang melanggar ketentuan.
Winston mengatakan, apabila kelangkaan disebabkan keterlambatan kapal atau berkurangnya pasokan dari pabrik, pemerintah harus segera berkoordinasi dengan produsen dan distributor untuk mempercepat pengiriman.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan