Ia mengatakan, pemerintah daerah juga telah memperjuangkan relaksasi ketentuan belanja pegawai sebesar 30 persen melalui pertemuan bersama para bupati se-NTT, Kementerian Dalam Negeri, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Menurut Ratu Wulla, pemerintah daerah telah mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan akan terus memperjuangkan kepentingan PPPK.

“Jadi khusus PPPK, kami akan perjuangkan. Kalau saya tidak perjuangkan, untuk apa saya angkat kemarin?” katanya.

Iklan

Ia menambahkan, pengangkatan 3.204 tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap masyarakat yang telah lama mengabdi di Kabupaten SBD.

Dengan jumlah tersebut, ia berharap para PPPK dapat bekerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan dan pembangunan di Sumba Barat Daya.

Ratu Wulla menegaskan, keberadaan PPPK harus menjadi kekuatan bagi pemerintah daerah, bukan sekadar penambahan jumlah pegawai.

Karena itu, ia meminta seluruh PPPK menjaga komitmen, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas masing-masing. (rnc29)