Rombongan kemudian mengunjungi Monumen Perbatasan Jenderal Besar Soedirman di pesisir Desa Maritaing. Monumen tersebut menjadi simbol semangat perjuangan dan pengingat pentingnya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengawasan Jalur Laut ke Timor Leste Diperkuat

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan juga berkoordinasi dengan Kepala Unit Intelijen dan Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Alor Timur untuk membahas dinamika perlintasan masyarakat melalui jalur laut yang menghubungkan Alor Timur dengan Distrik Liquica, Timor Leste.

Aparat setempat menyampaikan bahwa perjalanan laut kerap dilakukan warga kedua wilayah untuk mengunjungi keluarga, menghadiri kegiatan adat, dan memenuhi kebutuhan sosial lainnya. Perjalanan tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua jam.

Dalam koordinasi itu, turut dibahas indikasi perlintasan melalui jalur tidak resmi. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prosedur lintas batas, serta mencegah potensi pelanggaran hukum dan tindak pidana perdagangan orang.

Penguatan pengawasan diharapkan berjalan seiring dengan kemudahan akses pelayanan resmi agar kebutuhan sosial masyarakat tetap dapat dipenuhi tanpa mengabaikan ketentuan hukum.

Camat Alor Timur Minta Sosialisasi Program Pembangunan

Camat Alor Timur, Semy Kartunggu, mengapresiasi kunjungan Wakil Gubernur NTT, Wakil Bupati Alor, dan jajaran Imigrasi NTT yang telah mendengar langsung aspirasi serta melihat kondisi masyarakat di wilayahnya.