Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
SUMBA merupakan pulau di selatan Indonesia yang dikenal dengan kuda, tenun ikat, tradisi adat, serta keindahan alamnya. Pantai, air terjun, dan hamparan sabana menjadi bagian dari pesona pulau yang kaya akan nilai budaya tersebut.
Namun, di balik keindahannya, Sumba menghadapi persoalan serius yang menyentuh kehidupan masyarakat hingga ke akar rumput: pencurian hewan ternak. Persoalan ini bukan sekadar menyangkut hilangnya seekor kuda, kerbau, atau babi, melainkan juga menyangkut harga diri, keberlangsungan budaya, masa depan keluarga, dan kepercayaan masyarakat terhadap hukum.
Pertanyaannya, apakah hukum benar-benar menjadi panglima yang melindungi masyarakat, atau justru berhenti sebagai aturan tertulis yang belum mampu memulihkan penderitaan korban?
Ketika Ternak Bukan Sekadar Harta
Bagi masyarakat Sumba, hewan ternak memiliki makna yang jauh melampaui nilai ekonominya. Kuda, kerbau, dan babi merupakan simbol martabat keluarga, bagian dari ritual adat, serta unsur penting dalam perkawinan melalui tradisi belis.
Ternak juga menjadi bentuk investasi jangka panjang. Hasil penjualannya dapat digunakan untuk membiayai pendidikan anak, memenuhi kebutuhan kesehatan, membangun rumah, hingga menopang kebutuhan hidup keluarga.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan