Pemanfaatan keong emas diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan peternak terhadap pakan komersial yang harganya relatif tinggi.

Tim PKM Undana memberikan sosialisasi mengenai kandungan nutrisi keong emas, kebutuhan gizi ayam, efisiensi biaya pakan, serta tata cara pengolahan bahan lokal tersebut agar aman dan higienis untuk digunakan sebagai bahan pakan.

Bagi peternak rumah tangga, inovasi ini menawarkan dua manfaat sekaligus. Keong emas yang sebelumnya menjadi masalah di lingkungan persawahan dapat dimanfaatkan, sementara biaya penyediaan pakan ayam berpeluang ditekan.

Iklan

Peternak Praktik Langsung Membuat Tepung Keong Emas

Tidak berhenti pada sosialisasi, tim Undana mengajak peternak mengikuti praktik langsung pengolahan keong emas menjadi tepung sebagai bahan baku pakan.

Peternak dilibatkan dalam seluruh proses, mulai dari pengumpulan dan sortasi keong emas, pencucian, perebusan atau pengukusan, pemisahan daging dari cangkang, pengeringan, hingga penepungan.

Tepung daging keong emas selanjutnya dicampurkan dengan bahan pakan lainnya berdasarkan formulasi nutrisi yang disiapkan oleh tim akademisi Undana.

Melalui praktik tersebut, peternak tidak hanya mengetahui manfaat keong emas sebagai sumber protein, tetapi juga memperoleh keterampilan untuk memproduksi bahan pakan secara mandiri.