Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Warga diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman, gagasan, pola bercocok tanam, hingga persoalan yang dihadapi dalam aktivitas pertanian sehari-hari.
Pendekatan tersebut memungkinkan tim akademisi memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai karakteristik pertanian lahan kering di Oenoni.
Informasi dari masyarakat kemudian menjadi bahan penting dalam menyusun dokumentasi pengetahuan lokal yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Selain menjadi dokumentasi, peta pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan dalam menyusun strategi pengelolaan pertanian yang lebih adaptif terhadap kondisi tanah dan perubahan iklim.
Pemerintah Desa Oenoni Dukung Kolaborasi Akademisi dan Warga
Program pengabdian ini mendapat dukungan Pemerintah Desa Oenoni. Kepala Desa Oenoni, Melyaki Sabuin, turut hadir dalam kegiatan dan memberikan pandangan terkait kondisi serta kebutuhan masyarakat.
Kehadiran pemerintah desa bersama masyarakat menciptakan ruang dialog antara akademisi, pemerintah lokal, dan warga.
Kolaborasi tiga unsur tersebut dinilai penting untuk memastikan pengembangan pertanian tidak hanya berdasarkan pendekatan akademik, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman masyarakat yang telah lama beradaptasi dengan kondisi lahan setempat.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan