Tim PkM juga memberikan pendampingan mengenai formulasi adonan bakso dan nugget agar menghasilkan produk dengan kualitas dan cita rasa yang dapat diterima konsumen.

Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan produk yang tidak berhenti sebagai hasil pelatihan, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha.

Masyarakat juga didorong untuk lebih kreatif melihat potensi bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Iklan

Jika dikembangkan secara konsisten, produk olahan kacang nasi merah tersebut dapat menjadi salah satu alternatif usaha rumah tangga sekaligus mendukung diversifikasi pangan lokal di Desa Ekateta.

PkM Undana akan Dikembangkan Berkelanjutan

Tim PkM Program Studi Peternakan Undana berkomitmen mengawal keberlanjutan program pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal tersebut.

Tahapan berikutnya dapat diarahkan pada peningkatan standar kualitas produk, pengembangan kemasan, hingga pengenalan akses pasar.

Langkah tersebut diharapkan membuat inovasi pengolahan kacang nasi merah tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi aktivitas ekonomi produktif masyarakat.

Program ini sekaligus mempertegas peran Undana dalam menghilirkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan potensi lokal untuk memperkuat keterampilan, ketahanan ekonomi keluarga, dan penciptaan peluang usaha berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)