Berdasarkan hasil pembelajaran dan kunjungan lapangan, Kota Kupang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi proyek percontohan atau pilot project Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi terpadu untuk mengatasi persoalan limbah perkotaan sekaligus memenuhi sebagian kebutuhan energi masyarakat.

“Dari segi keterjangkauan dan pemecahan masalah, Kota Kupang sangat cocok untuk pengembangan pilot project Waste-to-Energy (PLTSa). Ini bisa menyelesaikan masalah sampah kota sekaligus menjawab kebutuhan energinya,” ujar Dr. Sealtial.

Gagasan tersebut membuka peluang bagi Kota Kupang untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih produktif melalui pemanfaatan limbah sebagai sumber energi. Namun, implementasinya tetap memerlukan kajian kelayakan teknis, ekonomi, lingkungan, dan dukungan kebijakan pemerintah daerah.

Pelajari Konsep Peradaban Ekologis Tiongkok

Selama dua pekan mengikuti seminar, para peserta mendalami konsep Ecological Civilization atau Peradaban Ekologis yang menjadi salah satu landasan pembangunan berkelanjutan di Tiongkok.

Konsep tersebut menekankan pentingnya mengubah paradigma pembangunan dari upaya menaklukkan alam menjadi hubungan yang harmonis dengan lingkungan. Pendekatan ini dinilai relevan untuk mendorong pengembangan energi bersih yang memperhatikan keseimbangan ekologi dan kebutuhan masyarakat.