Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Berbeda dengan Olimpiade, atlet yang telah bertanding di tingkat internasional melalui Special Olympics World Games tidak diperbolehkan kembali bertanding pada periode berikutnya.
Menurut Amran, aturan tersebut dibuat untuk memastikan kesempatan yang lebih luas bagi atlet lainnya untuk berkembang dan berprestasi hingga ke tingkat dunia.
“Hal ini demi bisa memberikan kesempatan yang sama bagi semua atlet agar bisa berprestasi di tingkat dunia,” tambahnya.
Sementara itu, dukungan terhadap kehadiran para atlet dan pelatih juga datang dari Lions Club, organisasi nirlaba yang memberikan bantuan dana transportasi dari daerah asal menuju Kupang bagi atlet dan pelatih dari sembilan provinsi.
Dengan berbagai persiapan tersebut, PESONAS II NTT 2026 tidak hanya menjadi ajang pertandingan olahraga, tetapi juga momentum memperkuat gerakan inklusivitas sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet disabilitas intelektual Indonesia menuju panggung olahraga dunia. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan