Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Winston mendesak Kementerian ESDM, BPH Migas, dan Pertamina membuka data alokasi Pertalite untuk NTT, memastikan pasokan berjalan lancar, serta segera mengevaluasi kuota apabila tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.
Ia juga meminta Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten/kota mengambil peran aktif melalui koordinasi dengan pihak terkait dan pengawasan distribusi BBM, sehingga pasokan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
Menurut Winston, langkah tersebut penting agar kelangkaan tidak terus berulang dan masyarakat tidak terpaksa membeli BBM dengan harga lebih tinggi demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Pertalite boleh kosong sesaat karena gangguan distribusi. Tetapi tanggung jawab dan keberanian pemerintah tidak boleh ikut kosong. Jangan sampai negara merasa berhasil menghemat anggaran, sementara rakyat justru membayar lebih mahal untuk bertahan hidup,” pungkas Winston. (rnc04)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan