GAMKI mendorong pemerintah dan instansi pengelola sumber daya air melakukan pemeriksaan lapangan serta mencocokkan kondisi di lapangan dengan dokumen teknis proyek.

Organisasi tersebut menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran negara tidak boleh berhenti pada penyelesaian fisik. Infrastruktur harus berfungsi sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Namun, GAMKI juga menekankan bahwa informasi mengenai proyek yang dinilai belum optimal perlu diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan dan dokumen teknis agar kesimpulan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan.

Iklan

Tanam 5.000 Pohon dan Kampanye Hemat Air

Selain menyampaikan kritik dan rekomendasi kepada pemerintah, GAMKI Alor juga menyatakan terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah kampanye penghematan air, edukasi mengenai pentingnya menjaga pohon dan kawasan resapan, serta gerakan penghijauan.

Dalam laporan organisasi tersebut, GAMKI menyebut telah melakukan penanaman sekitar 5.000 anakan pohon sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Pemerintah, gereja, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat juga didorong memastikan tanaman yang telah ditanam dapat dipelihara hingga tumbuh.