Pemeriksaan kehamilan berperan dalam mendeteksi risiko gangguan pertumbuhan janin, sedangkan pelatihan hidroponik memberikan keterampilan praktis bagi keluarga untuk menyediakan sayuran secara mandiri.

Meski demikian, pencegahan dan penanganan stunting memerlukan upaya yang lebih luas. Pemenuhan gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan anak, pemberian layanan kesehatan, sanitasi yang baik, serta pendampingan keluarga tetap menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kesinambungan program di tingkat keluarga.

Iklan

Melalui kegiatan ini, Undana menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat secara langsung.

Program tersebut diharapkan dapat mendukung upaya penurunan stunting di Kota Kupang sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga tentang pentingnya kesehatan ibu, pertumbuhan anak, dan ketahanan pangan rumah tangga.

Pada akhirnya, kolaborasi antara tenaga medis, akademisi, fasilitas kesehatan, dan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi Nusa Tenggara Timur yang sehat, tumbuh optimal, dan memiliki daya saing di masa depan. (*/rnc)