Pertama, Xanana Gusmão dipandang sebagai simbol perjuangan kemerdekaan Timor-Leste sekaligus salah satu arsitek utama yang memimpin rakyat dalam perjuangan menuju kebebasan.

Kedua, Xanana dinilai berhasil mengubah luka akibat konflik menjadi jembatan rekonsiliasi dan persahabatan antara Timor-Leste dan Indonesia.

Upaya tersebut diwujudkan melalui semangat pengampunan, saling menghormati, dan pembangunan hubungan damai antara kedua negara.

Ketiga, Xanana dinilai berhasil bertransformasi dari seorang pejuang perlawanan menjadi negarawan.

Transformasi itu terlihat melalui kontribusinya dalam membangun institusi negara, memperkuat demokrasi, mendorong pembangunan, serta mempertahankan kedaulatan Timor-Leste melalui diplomasi dan hukum.

Keempat, Xanana dipandang merepresentasikan nilai perdamaian dan kemanusiaan yang sejalan dengan misi UNHAS dalam mempromosikan ilmu pengetahuan, keadilan, perdamaian, dan peradaban.

“Perjalanan Xanana Gusmão menunjukkan nilai-nilai universal seperti keberanian, keteguhan, rekonsiliasi, perdamaian, demokrasi dan kemanusiaan yang layak dipelajari serta diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujar Hafid Abbas.

Kepemimpinan Xanana Dinilai Relevan dengan Administrasi Publik

Hafid Abbas mengatakan, pengalaman Xanana dalam kepemimpinan publik dan administrasi pemerintahan memiliki relevansi langsung dengan bidang Administrasi Publik.