Pendekatan praktik langsung dinilai dapat memudahkan masyarakat memahami bahwa sampah organik, terutama sisa makanan, masih bisa dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan yang sederhana.

Selain mengurangi sampah yang dibuang, pengolahan sampah organik menjadi kompos juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi apabila dikembangkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Lurah Kayu Putih Gunther Yosep Nelu mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

Iklan

“Melalui praktik sederhana tersebut, masyarakat diharapkan semakin terbiasa mengelola sampah dari tingkat rumah tangga sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ungkap Gunther.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh warga selama pelatihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan mendorong keterlibatan lebih luas masyarakat Kelurahan Kayu Putih dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga dinilai menjadi langkah penting karena semakin banyak sampah yang dapat dipilah dan diolah sejak dari sumbernya, semakin kecil pula volume sampah yang harus dibuang.

Kolaborasi pemerintah kelurahan, institusi pendidikan dan komunitas lingkungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih mandiri, produktif dan berkelanjutan di Kota Kupang. (rnc04)